Jumat, 04 Mei 2012

Campus Of Love Part 2

Diposting oleh Regita Egi di 06.06

 
Episode Sebelumnya....

TIDAK !! kalau kau kululuskan dan kau tak mengingat hal ini,pasti kau akan selalu menekan dada orang 29cm saja dan jika itu terjadi terus menerus.itu menyebabkan ORANG YG TIDAK BERSALAH MEREGANG NYAWANYA, JIKA SATU LANGKAH SUDAH SALAH.. BAGAIMANA DENGAN LANGKAH SELANJUTNYA??”Teriak Dosen sambil berdiri,untung aja semua murid gak ada karna ini istirahaat... coba kalau gak?? Aduh,gak kebayang kan malunya kaya apa???

Campus Of Love
Cast:-Kim Ryeowook:Dosen Seni yang charming

         -Park Jungsu(Leeteuk):Dosen Kedokteran yang sangat baik hati

         -Lee Donghae:Teman Regita&Laska yang hobi nonton film

         -Lee Hyuk Jae(Eunhyuk):Teman Regita&Laska yang tergila-gila ama Almarhum Michael Jackson yang juga hobi nari

         -Regita:Teman Laska yang diajar ama Dosen Leeteuk

         -Laska:Teman Regita yang suka ama seni dan juga murid Dosen Kim Ryeowook.Hobinya nyanyi dan tidur

Other Cast:-Kim Jong Woon(Yesung):Dosen Ekonomi yang membosankan

                    -Kim Heechul:Dosen Bahasa Inggris yang banyak fansnya.Terutama cowo

Author                                              : Regita
Penggarap Naskah Awal
                   : Laska
Editor
all dan bagian “Regita”            : Regita
Editor Bagian “Laska”                       : Laska

Ide Cerita
                                         : Laska

Hasil Kerja sama kami

Regita dan Laska




“hmm... aku mengerti,baiklah dosen.. terimakasih”pamit Regita yg mulai meneteskan air mata
Akhirnya ia keluar dengan penuh air mata,Dong Hae yg bertemu Regita didepan kelas langsung menghapus Air mata Regita dengan tangannya sendiri

“Ta’ ?? kam- kamu kenapa nangis???”tanya Hae tanggap (so icit,so sweet maksudnya)

“nilaiku jelek lagi... huuuaaa....”Regita makin menangis konyol

“apa??? Cuman itu?? Hahahahhaaa...”hae tertawa layaknya sedang melihat lawakan

“nga-ngapain kamu ketawa??”

“abis kamu udah biasa dapet nilai jelek,kenapa sekarang nangis?? Upss..”Dong Hae kayanya salah ngomong deh,soalnya itukan sama aja MENGHINA

“maa.. Git... Regita !!!” Kata Hae yg Hendak minta maaf,tapi Regita yg tak mendapat hiburan tapi malah ejekan dari Hae mencoba berlari menjauh


*Kita balik lagi sama LAKSA

Laska’s POV

 “Laska,kamu sudah mengerjakan tugas yang saya kasihkan?”

 “Belum”

“Baiklah,saya akan kasih waktu 2 hari lagi untuk kamu.Dan tolong segera dikumpulkan.Ini masuk dalam nilai dan semua temanmu sudah mengumpukannya.Arra...?”

Aku hanya mengangguk saja menanggapi kata-kata Dosen Ryeowook.Ini sudah kedua kalinya aku belum mengumpulkan tugas Dosen Ryeowook.Biarlah,akukan bukan muridmu.Aku murid Dosen Sungmin saja.

“Las,kamu kenapa sih,gak mau ngerjain tugas dari Dosen Ryeowook?.Aku sampai heran dengan sifatmu sejak Dosen Sungmin pergi meninggalkan kita.”

“Kenapa...?.Aku bukan muridnya,kok”

“Kenapa,sih....?”

“ apanya yg kenapa?? Aku sudah bilang AKU HANYA INGIN DOSEN SUNGMIN !! tidak yg lain” jawabku yg hanya ingin dosen Sungmin

“sudahlah.. itu terserahmu !!Eh,aku dan Donghae mau pergi,nih 2 minggu lagi......tapi yang cewek gak boleh ikut,ya......”

“Kenapa..?”

 “Omo........kami selalu main sama kalian.Kasih waktu juga dong buat sendiri.”

 “Terserahmulah”

Kuberi aja kebebasan buat 2 teman cowoku ini.Kasian juga mereka,mainnya terus ama aku dan Regita terus.Hehehe...

Tapi apa harus aku mengerjakan tugas dari Dosen baru itu ?? aahh.. tidak usah kukerjakan saja !! AKU HARUS MENGABAIKANNYA !! DAN AKU INI HANYA MURID DOSEN SUNGMIN !!


Author’s POV

Besoknya,memang Laska nggak ngumpulin tugas dari Dosen Ryeowook.Tapi kali ini,Dosen Ryeowook Memanggilnya ke ruang kerjanya.Laska bingung.Kenapa dia dipanggil oleh sang Dosen.Ternyata Ryeowook Memberi Laska hukuman.Mau tau?.Yaitu menulis rangkuman dari bab pertama sampai akhir sepulang dari kampus.Dan harus selesai dalam sehari.(yah,kenapa gak gw aja sih).Lalu,sepulang dari kampus,Laska mendatangi ruang kerja Dosen Ryeowook untuk mengerjakan hukumannya.Rasanya......??? Capek sekali pastinya.Sampai jam 8 malam,Laska udah nyelesain 5 bab.Padahal,pelajaran terakhir sampai bab 9(sabar sayang :D).Akhirnya,Dosen Ryeowook mengijinkan Laska ngerjain hukumannya di rumahnya.

Regita’s POV

Baru aja selesai pelajaran kepala udah pusing aja... aduh,.. mana Dong Hae gak tau kemana !! kamu dimana kawan?? Aku sendirian

Tiba tiba ada yeoja yg menemuiku

Git,Dosen Leeteuk nyari kamu,tuh

“Haah,dosen nyari aku.Kenapa ya..?”

 “Mana kutahu.Ditunggu di kantin”

 “lagian aku gak nanya kamu kok,oh ya makasih ya”Haah,kenapa Dosen Leeteuk memanggilku?Dan kenapa juga hatiku berdetak kencang? Jangan bilang ada tes lagi !! aku pusing !! huhuhu... Akhirnya,aku sampai di kantin itu.Kantin yang penuh dengan manusia-manusia yang kelaperan.Kutemui Dosen Leeteuk sedang makan siang disana.

“Annyeong,maaf jika saya menggangu anda”Walaupun dia sebaya denganku,tetapi dia dosenku.

“Setelah bel pulang,kamu tunggu didepan gerbang kampus”

“Kenapa?”

“Tak perlu tau.Nanti kamu tau sendiri”

 “baik,tapi jangan aneh aneh ya !!!” sentakku yg sangat tak ingin hal aneh terjadi !!

Dalam Hati aku bingung.Mengapa Dosen menyuruhku menunggu didepan gerbang kampus?


*Setelah bel Pulang

Aaaaah..........kenapa aku harus menunggu lama sekali didepan gerbang kampus?.Mana udah jam 4 juga.Aku malah terlihat seperti orang bodoh.Dari belakang,ada mobil Audi putih menghampiriku.Setelah berhenti,si pengendara bukain kaca mobilnya.Ternyata itu Dosen Leeteuk.Aku kaget setengah mati,karena dia mengajakku  kedalam mobilnya.Tentu saja aku tolak.Tapi,dia malah mendorongku sampai kedalam mobilnya,aku bertanya ke Dosen Leeteuk.

“maaf,sebenarnya kau mau membawaku kemana??”

“Ke rumahku”

“ke?? Rumahmu?? Untuk apa??”pertanyaanku lama kelamaan tidak sopan

“nanti kau juga akan tau??”

“ Baik kalau begitu.. tapi apakah kau sudah menikah??”

Uups.. satu pertanyaan aneh terlontar dari mulutku.Ya ampun,kenapa aku tanyakan hal itu ke dia?
Dia hanya Menggeleng

“apa?? Jadi kau belum menikah??”

“aku sudah menggeleng,artinya aku belum menikah !!”dia juga bisa marah !! J

Apa?? Dia belum menikah.?? Ah senangnya... haaah.. tidak tidak.. Aku tidak boleh suka pada orang itu !!!!


*Di Rumahya

Kenapa aku merasa aneh?Padahal dia tidak menyuruhku atau memerintahku aneh aneh.Kulihat dia menyuruhku untuk datang padanya.

“Kamu tau kenapa aku menyuruhmu datang kesini?”

“tidak”

Tiba-tiba dia membaringkan dirinya dilantai dan berkata

“Andaikan aku adalah korban kecelakaan dan membutuhkan bantuan pernapasan,apa yang akan kamu lakukan?” Ternyata dia ingin menambah nilaiku asalkan aku bisa melakukan tes kemarin.Dia menutup mata dan menyuruhku untuk melakukannya.

Oke.Semua sudah kulakukan dengan benar.Tidak ada yang salah,Selanjutnya adalah.. memberikan bantuan pernapasan lewat mulut.Tunggu,LEWAT MULUT ???
TUHAN…
apa itu artinya.... aku harus MENCIUM nya?tidak tidak... tidak mungkin.Tapi aku harus melakukannya agar aku mendapat nilai baik . Ya sudahlah... lakukan saja... toh dia belum punya istri kan?? imut juga dia ketika seperti itu. eh,fokus.... Wajahku dengan wajahnya sangat dekat.
Lalu.. kubuat pernapasan buatan.Setelah melakukannya,aku merasa lega.Dia berkata

“Akhirnya kunyatakan kau lulus tes” Aku senang sekali tentunya

“jadi?? Hanya itu yg aku lakukan??? Dasar murahan” tanyaku padanya yg merasa aku ini telah ditipu

“apa?? Kau ingin lebih??”tanyanya balik yg membuatku bertanya tanya

“Mwo?? Jika ia,apa yg bisa aku lakukan??”balasku ingin mengujinya

“ayo ke kamarku dan kita akan lihat apa yg bisa kau lakukan untuk memuaskanku”jawabnya sambil tertawa,aku yg merasa terhina langsung melemparnya menggunakan sepatu

“heyyy !!! kemari kau !!”teriakku dan kami berkejar kejaran

Sampai suatu ketika dia terjatuh dan aku yg ada dibelakangnya juga ikut jatuh dan kami ada dilantai dengan posisi dia ada dibawah dan aku ada diatasnya lalu kami saling bertatap mata


Laska’s POV

“Kerjakan di sini.Ingat.Harus selesai sekarang juga”Kata Dosen Ryeowook mengingatkanku.Kutanggapi dengan anggukan saja.Rumahnya besar dan juga artistik.Dan belakangan,aku tau kalo dia masih single.8 bab sudah aku selesaikan.Jam 10 malam.Saat aku mengerjakan rangkuman bab 9,aku merasa ada yang aneh dengan hatiku.Aaah.....tidak mungkin.........tapi tetap.......rasa itu ada didalam hatiku.Bersalah.Itulah perasaanku saat ini.Bukan dia yang salah,melainkan aku.Aku yang tidak hormat ke dia.Harusnya aku menghormatinya,sama dengan caraku menghormati Dosen Sungmin.Aku malu.Tak terasa,bab 9 sudah kurangkum.Ingin rasanya aku meminta maaf ke Dosen Ryeowook.Tapi aku malu.Kuberanikan diri menghadap dia.Aku melihat Dosen Ryeowook ada di ruang keluarga sambil membaca koran.Dia masih memakai baju kerjanya.Jas yang terlihat casual.Aku berdiri dihadapannya.Lalu aku membungkuk dihadapannya sambil berkata

Mianhae...........aku takkan mengulanginya lagi.........mianhae”.Saat bungkukan kelima,aku berhenti sebentar.Lalu berubah lama.Dan akhirnya,ada yang jatuh mengalir dari diriku.Kudapati diriku menangis.Karena memperlakukannya tidak hormat sebagai seorang Dosen.Beberapa menit kemudian,dia memelukku.

Aku mendengarnya berbicara.”Kau tak perlu menangis.Kau hanya perlu meningkatkan nilaimu saja.Sudahlah.........jangan menangis”
Disaat begini juga,ternyata dia tidak memarahiku.Melainkan dia menasehatiku.Seperti seorang appa ke anaknya.Lalu,aku tertidur.Mungkin karena capek.


Ryeowook’s POV

Dia tidur dengan manis.Mungkin dia mengerjakan dengan sungguh-sungguh,jadinya dia tertidur lelap.Mungkin juga hukuman yang kuberikan padanya berat.Kubaringkan Laska di sofa yang empuk dan kuselimuti dia.Kutatap wajahnya sebentar.Hampir mirip seperti noonaku yang meninggal setaun yang lalu.Cantik,pintar,ceria.Itu yang bisa kugambarkan dari noonaku.Aku pernah berdoa dan memohon pada Tuhan,agar aku dapat dipertemukan dengannya lagi.Dan Laska datang dengan membawa sifat lumayan mirip dengan noonaku itu.Hanya saja,Laska sedikit  sulit untuk diatur.Ah......dia sepertinya juga  nggak punya selera fashion.Kutinggal Laska dirumah sendiri.Aku langsung pergi ke Departement Store terdekat untuk membeli baju agar dia bisa bergaya sedikit aja.Tas sekolah trendy.Flat Shoes  hitam manis.Kalung yang simple tapi bagus.Dan lainnya.Hanya tinggal satu yang kurang.Baju.Laska sering pake jeans atau legging.Nggak punya fashion sense,ya.......ni anak?.Mataku terpaku akan satu baju.Dress selutut warna putih dan berbahan lembut dan ada hiasan pita dipinggangnya.Langsung aku beli dress itu.Takut jika ada yang mau membeli dress yang imut itu.Laska tertidur pulas.Untung pelajaran besok dia sudah siapkan.Lalu aku pergi kekamarku dan kudapati ada satu manekin yang belum terpakai.Semua barang yang aku beli tadi,langsung aku pakaikan ke manekin itu secantik dan semenarik mungkin.Aku beri satu catatan di manekin itu.Semoga dia suka dengan apa yang aku buat ini.


Laska’s POV
Kudapati diriku tidur di sofa.Haaah.............jadi aku
Numpang tidur di rumah Dosen Ryeowook...???.Aigoo........malunya diriku.Kudapati Dosen Ryeowook sedang menyiapkan sarapan pagi.

“Annyeong.....kau baru bangun?”

“iya”

“Andwe....”

“Wae......?”

“Ah..tidak...ini dimakan dulu sarapannya”

“Gomawo,Dosen Ryeowook.”

“Ne”

Masakannya enak juga.Selesai sarapan,dia menghampiriku.Menunjukkan kamar mandi dan kamar tidurnya juga.Setelah mandi,aku langsung menuju kamar yang dimaksud tadi.Kubuka dan... wow........banyak barang tapi juga bersih.Aku liat sekitar dan ada satu manekin yang memakai dress yang bagus.Ada pesan tertempel di manekin itu.

Untukmu.Pakailah ke Kampus hari ini.Semoga kau senang-Dosen Ryeowook”

Benar baju ini untukku?.Wah..... gomawo Dosen Ryeowook.Kataku dalam hati.Kupakai baju itu.Lumayan ribet,sih..........aku keluar dan kudatangi Dosen Ryeowook yang memakai Jasnya yang casual.

“Kau tau...........kau cantik jika memakai pakaian seperti itu”

Aku tersipu dibilang seperti itu.Dosen Ryeowook juga mengantarku ke kampus.Aku Membungkukkan badan tanda terimakasih kepadanya.Dia juga menasehatiku agar mau meningkatkan nilaiku.Akan kuperbaiki nilaiku,Dosen Ryeowook.Liat saja nanti.Kataku dengan bangga dalam hati

To Be Continued......

**MAAF YA,AKU JARANG POST :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Regita dan Cerita :) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos